Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

SEKOLAH FULLDAY

Pengertian full day school secara umum adalah program sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah selama sehari penuh. Umumnya sekolah yang menyelenggarakan pendidikan full day school dimulai 07.00 sampai 16.00. Istilah full day school berasal dari kata day school (bahasa Inggris) yang artinya hari sekolah. Pengertian hari sekolah adalah hari yang digunakan sebuah institusi untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak (atau usia sekolah). Dengan menambahkan istilah full pada day school maka pendidikan dijalankan sehari penuh mulai dari pagi hari hingga menjelang sore. Dengan memasukkan anak-anak ke full day school, orang tua berharap anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu belajar di lingkungan sekolah dari pada di rumah dan anak-anak dapat berada kembali di rumah setelah menjelang sore untuk berkumpul dengan keluarga. Di Indonesia, sekolah yang menggunakan model full day school umumnya sekolah berbasis agama atau sekolah internasional. Menurut Sismanto, pada artikel “Awal Munculnya Sekolah Unggulan” , 2007, Full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran Islam secara intensif yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa. Biasanya jam tambahan tersebut dialokasikan pada jam setelah sholat Dhuhur sampai sholat Ashar, sehingga praktis sekolah model ini masuk pukul 07.00 WIB pulang pada pukul 16.00 WIB. Melihat keinginan pemerintah untuk mengadakan fullday school bagi peserta didik banyak yang pro dan kontra, padahal sedikitnya ada 3 alasan pemerintah akan mnggelontorkan program ini 1. Tidak ada mata pelajaran Menurut Muhadjir, full day school adalah pemberian jam tambahan. Tapi dalam jam tambahan tersebut tidak ada mata pelajaran yang bisa membuat para siswa bosan. Kegiatan yang dilakukan adalah ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler tersebut akan merangkum hingga 18 karakter, seperti jujur, toleransi, disiplin, hingga cinta tanah air. Dengan kegiatan tersebut, dia mengatakan para siswa bisa dijauhkan dari pergaulan yang negatif. 2. Orang tua bisa jemput anak ke sekolah Pertimbangan lain dari program full day school adalah masalah hubungan antara orang tua dan anak. Menurut Muhadjir, untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan, pada umumnya orang tua bekerja hingga pukul 5 sore. Dengan program tersebut, kata dia, orang tua bisa menjemput anak mereka di sekolah saat pulang kerja. Sata ini, kata Muhadjir, siswa pulang dari sekolah pukul 1 siang, sementara orang tua baru pulang pukul 5 sore. "Antara jam 1 sampai jam 5 kita enggak tahu siapa yang bertanggung jawab pada anak, karena sekolah juga sudah melepas sementara keluarga juga belum ada," kata Muhadjir. 3. Membantu sertifikasi guru Program full day school dianggap Muhadjir dapat membantu guru untuk mendapatkan durasi jam mengajar 24 jam per minggu sebagai syarat mendapatkan sertifikasi guru.

Rabu, 02 November 2016

DAMPAK HANDPHONE

Kemajuan teknologi sekarang ini sudah lebih pesat dari sebelumnya. Teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat sehingga bisa mempengaruhi kehidupan sosial. Semakin canggih teknologi semakin banyak pula kejanggalan-kejanggalan yang timbul di akibatkan oleh hal ini. Seperti contohnya fasilitas internet yang bisa dibilang hal wajib saat ini membuatnya mendapat tempat sebagai pusat informasi dan menjadi wadah trend pergaulan masyarakat kota besar di zaman modern ini, bukan lagi buku, koran, dll.
Seperti halnya ponsel, mungkin dalam 10 atau 15 tahun belakangan orang menganggap barang ini adalah kebutuhan nomor sembilan. Namun ternyata tidak, kini ponsel telah menjadi prioritas utama seseorang dalam melengkapi kesehariannya. Ponsel telah mengalahkan surat-menyurat, fax maupun yang lainnya.  

Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu remaja dalam menerima pelajaran di sekolah/di kampus. Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ujian. Bermain game saat guru/dosen menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi. Oleh karena itu peranan orang tua dan sekolah sangat penting dalam mencegah dampak negative HP.
Sangat penting bagi orang tua selalu memeriksa konten konten yang ada di HP anak anak, jangan sampai kecolongan yang dapat mengakibatkan anak anak terkena dampak negatif dari HP